Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hadiri Rakornas Pertanian 2026, Bupati Ciamis Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Kamis, 23 April 2026 | April 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-25T04:01:01Z



Jakarta – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pertanian 2026 yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada Senin (20/4/2026) di Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Rakornas yang berlangsung di Auditorium Gedung F ini dihadiri oleh berbagai kepala daerah, pejabat kementerian, hingga pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia. Forum ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pangan yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp12 triliun untuk mendukung sektor pertanian nasional. Anggaran ini akan difokuskan pada bantuan tanaman perkebunan, pembangunan irigasi, serta percepatan program cetak sawah baru.

“Program ini dirancang untuk meningkatkan luas tanam secara signifikan dalam tiga tahun ke depan, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Sebagian besar anggaran, yakni Rp9,95 triliun, akan disalurkan dalam bentuk hibah tanaman dan pupuk organik gratis kepada petani hingga 2027. Program ini menyasar pengembangan lahan seluas 870.000 hektare dengan komoditas unggulan seperti tebu, kopi, kakao, pala, mente, dan kelapa.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan lebih dari Rp3 triliun untuk penguatan infrastruktur irigasi, termasuk program pompanisasi dan pembangunan jaringan pengairan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di berbagai daerah lumbung pangan.

Usai mengikuti Rakornas, Herdiat menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di Kabupaten Ciamis. Ia menyambut baik dukungan pemerintah pusat dan menilai sinergi kebijakan sebagai kunci utama dalam meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani.

“Melalui Rakornas ini, kami berharap terjadi sinkronisasi kebijakan yang semakin baik, terutama dalam peningkatan produksi, distribusi, serta kesejahteraan petani,” ujarnya.

Rakornas juga menjadi ruang diskusi berbagai tantangan strategis, mulai dari dampak perubahan iklim, keterbatasan pupuk, hingga kebutuhan transformasi pertanian berbasis teknologi. Pemerintah menilai, modernisasi sektor pertanian menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing nasional.

Dengan terselenggaranya Rakornas Pertanian 2026, diharapkan lahir langkah-langkah konkret dan terintegrasi antara pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan petani di seluruh Indonesi

×
Berita Terbaru Update