Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Presiden Prabowo Matangkan Proyek Giant Sea Wall, Libatkan Akademisi hingga Industri

Minggu, 19 April 2026 | April 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-26T23:59:05Z

 


Jakarta- Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih guna mematangkan rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Proyek strategis nasional ini diharapkan mampu melindungi kawasan pesisir utara Pulau Jawa dari ancaman abrasi dan banjir rob. Rapat tersebut digelar di Istana Merdeka pada 20 April 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa proyek ini memiliki peran vital, terutama dalam menjaga sekitar 60 persen kawasan industri serta melindungi lebih dari 30 juta penduduk yang berada di wilayah terdampak.

Menurut Brian, keterlibatan dunia akademik menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan. Berbagai hasil riset dari perguruan tinggi dinilai telah siap untuk diimplementasikan, termasuk teknologi yang sebelumnya telah diuji coba di wilayah pesisir seperti Demak dan Semarang.

“Banyak penelitian di kampus yang sudah diuji coba dan terbukti berhasil. Kami diminta untuk berpartisipasi aktif, terutama dalam mempercepat dan meningkatkan efisiensi pengembangan giant sea wall,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Dikti Saintek akan mengundang para guru besar dan pakar dari berbagai bidang, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan daratan dan reklamasi. Para akademisi tersebut tidak hanya akan memberikan kajian teknis, tetapi juga dilibatkan langsung dalam tim pelaksana proyek.

Tim tersebut nantinya akan dipimpin oleh Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan proyek kawasan pesisir utara Jawa.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, menyampaikan bahwa proyek ini masih berada pada tahap perencanaan. Pemerintah saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek teknis, terutama yang berkaitan dengan konstruksi dan ketersediaan sumber daya.

“Perhitungan masih terus dilakukan, termasuk terkait waktu dan sumber daya yang tersedia di dalam negeri. Kami juga berupaya memanfaatkan aspek lingkungan, termasuk mengolah limbah menjadi bagian dari solusi konstruksi,” jelasnya.

Pemerintah menegaskan bahwa percepatan pembangunan giant sea wall tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga kualitas perencanaan. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri menjadi kunci agar proyek ini tidak hanya kokoh secara teknis, tetapi juga tepat secara ekonomi dan berkelanjutan bagi lingkungan.

×
Berita Terbaru Update