Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hadapi Ancaman El Nino “Godzilla”, Bupati Ciamis Minta Seluruh Jajaran Siaga Penuh

Rabu, 01 April 2026 | April 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-25T04:10:05Z



Ciamis – Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Rapat Koordinasi (Rakoor) tingkat daerah yang dipimpin langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Kamis (02/04/2026). Rakoor ini menjadi forum penting dalam merespons berbagai tantangan strategis yang akan dihadapi daerah, mulai dari ancaman perubahan iklim hingga gejolak ekonomi global.

Dalam arahannya, Herdiat menyoroti potensi terjadinya fenomena El Nino ekstrem yang disebut sebagai “El Nino Godzilla”, yang diprediksi berlangsung dari April hingga Oktober 2026. Fenomena ini berpotensi memicu musim kemarau panjang dan berdampak serius terhadap ketersediaan air serta sektor pertanian di Kabupaten Ciamis.

Mengantisipasi hal tersebut, Bupati meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam menjaga pasokan air bersih dan keberlangsungan produksi pertanian. Ia menegaskan pentingnya pemeliharaan sumber air, efisiensi penggunaan air, serta optimalisasi sistem irigasi.

“Seluruh infrastruktur pendukung, termasuk pompanisasi, harus dipastikan berfungsi optimal, terutama di wilayah rawan seperti Purwadadi,” tegasnya.

Selain itu, pemanfaatan sumber air alternatif juga didorong, salah satunya melalui penyedotan air dari Sungai Ciseel untuk dialirkan ke saluran irigasi guna menjaga produktivitas lahan pertanian selama musim kemarau.

Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dengan pemerintah pusat, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, khususnya dalam pembangunan sumur air di kawasan persawahan yang terdampak kekeringan.

Di sektor ketahanan pangan, Herdiat mengimbau para camat untuk mendorong diversifikasi konsumsi pangan masyarakat. Ketergantungan terhadap beras perlu dikurangi dengan memanfaatkan komoditas lokal seperti singkong, ubi, dan talas.

“Masyarakat juga harus mulai menyimpan cadangan pangan dan tidak menjual seluruh hasil panen, terutama ke luar daerah,” ujarnya.

Tak hanya itu, risiko kebakaran hutan, lahan, dan permukiman turut menjadi perhatian serius. Bupati meminta kesiapan seluruh unsur terkait seperti BPBD, Damkar, PDAM, dan Tagana untuk ditingkatkan, termasuk memastikan kesiapan sarana prasarana seperti tangki air dan ketersediaan bahan bakar.

Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga menyinggung dampak kondisi global, termasuk konflik internasional yang berdampak pada kenaikan harga energi dan bahan pokok. Untuk itu, ia mendorong efisiensi energi di lingkungan pemerintahan serta membuka opsi penerapan pola kerja fleksibel seperti Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) secara selektif.

ASN pun diajak untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan dinas berbahan bakar dan beralih ke moda transportasi yang lebih hemat energi, seperti kendaraan roda dua, transportasi umum, atau bersepeda.

Di sisi lain, Bupati menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang efisien. Ia mengingatkan agar belanja pegawai tetap terkendali sesuai ketentuan, yakni maksimal 30 persen dari total APBD.

“Ini penting untuk menjaga kesehatan fiskal daerah, apalagi di tengah penurunan kapasitas fiskal dan berkurangnya bantuan keuangan dari provinsi,” jelasnya.

Rakoor ini juga menyinggung sejumlah program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), KDMP, dan Sekolah Rakyat yang perlu disinergikan di tingkat daerah.

Mengakhiri arahannya, Herdiat meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat, responsif, dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Ia juga menginstruksikan para camat untuk segera menyampaikan hasil rakoor kepada masyarakat hingga tingkat desa.

“Segera sampaikan kepada masyarakat agar kita bisa bergerak bersama menghadapi tantangan yang ada,” tandasnya.

×
Berita Terbaru Update